Intinya: Proses terbaik untuk RPA adalah yang berulang, berbasis aturan, volume tinggi, input terstruktur, dan stabil. Gunakan checklist di bawah untuk memberi skor.

7 Kriteria

  1. Repetitif: dikerjakan harian/mingguan dengan langkah sama.
  2. Berbasis aturan: keputusan bisa ditulis sebagai if/else.
  3. Volume tinggi: banyak transaksi atau banyak jam per bulan.
  4. Input digital & terstruktur: Excel, CSV, form, email berformat.
  5. Stabil: aplikasi dan prosedur jarang berubah.
  6. Rawan error manual: salah ketik berdampak finansial/kepatuhan.
  7. Melibatkan beberapa aplikasi: copy-paste antar sistem.

Checklist Skor (0-2 per kriteria)

Kriteria 0 1 2
Repetitif Jarang Mingguan Harian
Berbasis aturan Subjektif Sebagian Penuh
Volume <10/bulan 10-100 >100
Input terstruktur Tulisan tangan Semi Digital penuh
Stabilitas Sering berubah Kadang Stabil
Risiko error Rendah Sedang Tinggi
Jumlah sistem 1 2 3+

Interpretasi: 11-14 = prioritas utama · 7-10 = kandidat · <7 = tunda atau pertimbangkan perbaikan proses dulu.

Contoh Proses Berskor Tinggi

  • Rekonsiliasi bank dan buku besar.
  • Input invoice vendor ke ERP.
  • Rekap absensi ke payroll.
  • Sinkronisasi stok marketplace.
  • Pembuatan laporan harian dari 3 dashboard.

Proses yang Sebaiknya Diperbaiki Dulu

Jika prosesnya berbelit, otomasi hanya mempercepat kekacauan. Sederhanakan langkah, hapus approval yang tidak perlu, standarkan format input. Baru otomasi.

Cara Melakukan Process Discovery

  1. Wawancara pemilik proses.
  2. Rekam satu siklus lengkap (screen recording).
  3. Petakan langkah, pengecualian, dan sistem terlibat.
  4. Hitung waktu x frekuensi x biaya per jam. Lanjut ke perhitungan ROI.

FAQ

Berapa proses yang sebaiknya diotomasi pertama kali?

Satu. Pilot yang sukses membangun kepercayaan internal.

Apakah proses dengan banyak pengecualian bisa di-RPA?

Bisa dengan jalur eskalasi ke manusia, tetapi skor ROI biasanya turun.

Langkah selanjutnya

Kirimkan daftar proses Anda, kami bantu beri skor dan urutkan prioritasnya secara gratis.